Welcome to KOPMAS

::KOPMAS:: Koperasi Peduli Masyarakat – merupakan Koperasi Serba Usaha,yang mengedepankan gerakan ekonomi kerakyatan dan berdasarkan asas kekeluargaan. KOPMAS Menawarkan sukses bersama dan berguna untuk sesama.

Kopmas menjadi mitra terpercaya untuk mengembangkan usaha, berbekal pada kepercayaan dan kinerja maksimal. Tak hanya itu KOPMAS berorientasi pada keberhasilan mitra dengan memberikan solusi dan alternatif peningkatan mutu produksi usaha.

Proses Usaha Bersama Kopmas

Keberadaan Kopmas di Kawasan Dieng sampai saat ini dirasakan    sangat berarti bagi masayrakat yang berada di Kawasan Dieng . hal ini dikarenakan selama ini Masyarakat banyak yang mempercayakan usahanya dengan Kopmas , kebersamaan ini dimulai dari belajar bersama tentang usaha tani, sehingga petani merasa ada proses pembelajaran yang selama ini tidak pernah meraka dapatkan dari tempat lain.

mitra usaha kopmas tersebar dari ujung barat kawasan Diengsampai ujung Timur yang masuh wilayah kabupaten Temanggung, dan sebagian besar adalah petani hortikultura.

Prinsip yang diterapkan adalah kebersamaan dan tanggung jawab, hal inilah yang memungkinkan akhirnya Kopmas tidak bermasalah dalam hal tunggakan kredit.

 

Poses usaha  mitra dilakukan melalui pengawalan dan pendampingan, dengan maksud agar penerapan sarana produksi pertanian dapat tepat sasaran sesuai dengan anjuran, termasuk dalam aplikasi pemberantasan hama juga tidak dibiarkan seperti petani lain yang secara serampangan dan berlebihan menggunakan pestisida.

pada awalnya kegiatan pendampingan memang agak sulit, karena harus merubah pola  yang sudah biasa diterapkan oleh petani, akan tetapi dengan keyakinan bersama bahwa pola yang diterapkan akan membawa keberhasilan bersama ahirnya petani dapat menerima dan sampai saat ini masih terus berjalan. Cara yang ditempuh oleh Kopmas adalah menyadarkan petani ketika mereka sudah bersepakat dengan kopmas dalam tahap awal perencanaan yang berupa penghitungan / analisa usaha tani.

Biasanya sebelum Petani melakukan usaha akan diundang terlebih dahulu ke kantor kopmas,kemudian bersama dengan pengurus mengitung usaha yang akan dilakukan sesuai dengan musim, karena untuk usaha hortikultura ada perbedaan biaya produksi antara musim kemarau dengan musim penghujan,  penghitungan ini sebagai gambaran kemampuan petani untuk melakukan usaha. dan persiapan yangdilakukan jika mengalami kegagalan usaha.

tahap selanjutnya pengawalan dalam proses perawatan, yang meliputi : penyiangan, pemberantasan hama dan pemberian pupuk tambahan,  kami memandang bahwa pengawalan ini sangat penting agar aplikasi pestisida tidak melampaui petunjuk penggunaan yang ada,karena selain akanmenghemat biaya produksi juga tidak menjadikan hama penyakit menjadi kebal.

Untuk memaksimalkan hasil kopmas selalu menyarankan kepada petani binaan agar tidak pernah menggunakan pestisida secara berlebihan. karena dampak lain yang akan menerima adalah petani sendiri, sedangkan perusahaan pestisida tidak peduli dengan kerusakan yang ada, oleh karena itu yang paling tepat dilakukan adalah petani dapat menjadi lebih arif dalam aplikasi pestisida.

disamping hal-hal diatas juga sebagai antisipasi agar produk yang dihasilkan dapat diterima oleh semua kalangan termasuk pihak luar negeri atau untuk kepentingan ekspor

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Manfaat Koperasi

Manfaat Koperasi dijelaskan dalam tata perekonomian Indonesia, Pasal 4 tentang Perkoperasian, yakni:

  1. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya;
  2. Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat;
  3. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya;
  4. Berusaha mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

Kopmas (Koperasi Peduli Masyarakat) bertindak mengembangkan potensi lokal melalui permodalan dengan suku bunga kompetitif, khususnya yang dimiliki di Daerah Dataran Tinggi Dieng, Kab. Wonosobo yaitu sektor usaha pertanian dan perdagangan dalam skala regional.

Potensi lokal adalah sebuah landasan ataupun pondasi perekonomian yang dimanfaatkan masyarakat setempat, potensi lokal biasanya didasarkan oleh kondisi geografi dan cuaca. Sebagai contoh, Potensi Lokal Dieng adalah Pertanian sayur mayur (Kentang, Kubis, dll)

Kelangkaan benih kentang

SSA40034

Banyak kendala yang dihadapi oleh petani Dieng yang tergabung dalam program Kopmas Agrifinance salah satunya adalah kelangkaan benih kentang . Koperasi bersama dengan petani mitra usaha Kopmas yang tergabung dalam pembiayaan Kopmas Agrifinance berencana untuk mengambil menggunakan benih kentang Granola Holand yang saat ini sudah ada di mitra Bisnis Kopmas yang berada di Jakarta.  hal ini kami lakukan dengan pertimbangan sebagai  berikut :

  1. Petani Mitra usaha Kopmas yang sudah masuk di program Agrifinance saat ini tidak dapat lagi menanam kentang,karena tidak adanya benih lokal, yang dipicu dari gagal panen tahun 2010 dan melambungnya harga kentang, sehingga hampir semua hasil panen dijual.
  2. Pihak Kopmas sudah menghubungi ke Balai Perbenihan Kledung, penangkar lokal dan ke balai perbenihan di Pengalengan, hasilnya semua kosong. Dan benih dalam negeri hanya mencukupi sekitar 5 % dari total kebutuhan.
  3. Apabila tidak segera diatasi dikhawatirkan akan terjadi kelangkaan kentang Dieng, dan kerjasama Ekport kentang yang telah terjalin selama ini antara pihak Kopmas dengan mitra bisnis dapat dipastikan akan terhenti mulai 3-6 bulan mendatang dan pihak Kopmas belum tahu pasti dengan nasib dan upaya mempertahankan hidup bagi para petani tersebut .
  4. Kebutuhan dari anggota Kopmas dan mitra usaha  yang sudah indent saat ini mencapai 15 ton dan tidak dapat dicarikan jalan keluar
  5. Benih yang akan didatangkan tersebut bukan untuk kepentingan Jual Beli ( perdagangan ) akan tetapi ditanam pada lahan milik anggota Kopmas yang masuk di Kopmas Agrifinance.
  6. Kelangkaan benih kentang ini sudah dibahas di Jakarta dengan Dirjen Hortikultura dan  Pengurus Asosiasi Petani Hortikultura Indonesia tanggal 8 Mei 2011, untuk pihak Kopmas diwakili oleh salah satu dewan pembina Kopmas di pusat yaitu Ir. Beny A. Kusbini.

pihak Koperasi belum tahu secara pasti apa yang akan terjadi apabila kelangkaan benih ini tidak segera diatasi, karena sampai sekarang belum ada kejelasan dan jalan keluar.

 

Rintihan Petani Dieng

img_main

“Ketika Panen Raya Yang Seharusnya Para Petani Dieng Bergembira, Fakta Menunjukkan Sebaliknya … Ade Lang Lang HariMurti)”

Dieng sebagai salah satu daerah Dataran Tinggi dan menawarkan pemandangan alam yang begitu indah, Dieng  memiliki potensi lahan pertanian yang cukup baik, terutama untuk komoditas sayur mayur (Kentang). Dengan landscape yang berbukit-bukit dan diapit oleh pegunungan yang menjulang perkasa. Ditambah lagi dengan kondisi cuaca yang berdebit hujan tinggi, tertinggi kedua setelah Bogor. Sudah sewajarnya Dieng dapat menjadi salah satu sentra pertanian sayur mayur di Jawa Tengah bahkan Indonesia.

Harapan tinggalah harapan, sekali lagi negara absen dalam usaha menyejahterakan petani. Dalam potensi alam yang subur gemah ripah loh jinawi, ternyata dominannya para petani di sana masih hidup dibawah garis kemiskinan. Padahal sayur mayur merupakan kebutuhan pokok masyarakat Indonesia, sehingga sangat wajib bagi pemerintah mengurusi alur dari produk ini agar dapat memenuhi kebutuhan keluarga di seluruh penjuru negeri.

Ironis memang, tapi apa boleh buat. Apakah daya seorang petani kecil? Mereka terkungkung sistem besar yang begitu hegemoniknya mencengram alur jual-beli sayuran. Pemerintah Desa, gabungan kelompok tani (gapoktan), dan masih banyak lagi organisasi yang relevan untuk mengurusi masalah kalsik ini ternyata pun tidak banyak membawa manfaat untuk petani sayur.

Stabilisasi harga masih menjadi kendala utama. Ketika panen raya yang seharusnya para petani Dieng bergembira, fakta menunjukan sebaliknya. Para petani yang sudah berusaha penuh lebih dari 100 hari lamanya untuk merawat dan membesarkan produk sayur mayur seperti kentang harus selalu berlapang dada dan bersabar sangat.

“Kadang Rp.4000/ Kg dan bisa lebih rendah dari itu, berapa besarnya operasional yang telah dikeluarkan ?”

Point-poin lainya yang dapat membuat kita tercengang adalah :

  1. Dari mana petani mendapatkan permodalan ? Jika dari Bank, berapa besarnya bunga dan pokok yang harus dibayarkan saat jatuh tempo ? Mampukah panen raya menepis segala hutang-hutangnya.
  2. Kondisi cuaca ekstrim, melahap habis hasil panen tanpa sisa.

Yang terjadi hanyalah rintihan pedih Petani Dataran Tinggi Dieng, mereka hanya berharap kapan cobaan ini segera berakhir.

Dampak itu semua, tak sedikit masyarakat kawasan Dieng melakukan spikulatif diantaranya :

  1. Terjebak dalam program investasi yang menjanjikan suku bunga tinggi, Contoh : Rajawali, SS, Bowo Jenggot Dll.
  2. Merantau dalam keputusasaan, Hijrah ke Kalimanta, Sumatera Dll.

Lantas bagaimana ahir dari cerita dan rintihan Petani Dieng, mampukah mereka bertahan dalam terpaan zaman … ?

By : Ade Lang Lang Harimurti

 

Kopmas, Menggerakkan Ekonomi Lokal

“Kawasan Dataran Tinggi Dieng yang berpotensi sebagai daerah penghasil sayur-mayur merupakan sektor ekonomi yang mendominasi kegiatan ekonomi lokal. Seiring berkembangnya waktu, pangsa pasar dan persaingan usaha mengubah daya pikir masyarakat. Hal ini menunjuk pada strategi dan perubahan iklim ekonomi, Ade Lang Lang HariMurti 2011″.

Kopmas (Koperasi Peduli Masyarakat) menjadi alternatif dan solusi dalam pengembangan usaha, yang bercorak pada sektor usaha pertanian. Dalam Hal ini Kopmas (Koperasi Peduli Masyarakat) mempermudah kredit pinjaman usaha bagi UMKM yang memanfaatkan  potensi lokal, seperti Carica, Kentang, Purwaceng usaha wisata dll, tujuan utamanya adalah agar komoditas lokal dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.

Secara langsung Kopmas (Koperasi Peduli Masyarakat) ikut berpartisipasi menggerakkan ekonomi lokal yang berdasarkan pada asas kekeluargaan.

Menurut pengamat ekonomi lokal, Ade Lang Lang HariMurti. “Lembaga keuangan baik Bank maupun Koperasi mampu memberikan alternatif permodalan, tapi sedikit diantara lembaga keuangan tersebut yang memberikan solusi dan strategi dalam persaingan usaha“.

Tentunya hal ini menjadi kendala dan problem berkepanjangan bagi pelaku usaha, dimana pelaku usaha harus mampu mengolah permodalan dan mengembangkanya.

Persaingan dan Peluang merupakan titik balik dan sebanding dan dapat dirumuskan 1:1. Maksudnya dimana ada peluang disitu timbul persaingan baru.

Web Design by Dieng Plateau Tourism