Banyak kendala yang dihadapi oleh petani Dieng yang tergabung dalam program Kopmas Agrifinance salah satunya adalah kelangkaan benih kentang . Koperasi bersama dengan petani mitra usaha Kopmas yang tergabung dalam pembiayaan Kopmas Agrifinance berencana untuk mengambil menggunakan benih kentang Granola Holand yang saat ini sudah ada di mitra Bisnis Kopmas yang berada di Jakarta. hal ini kami lakukan dengan pertimbangan sebagai berikut :
- Petani Mitra usaha Kopmas yang sudah masuk di program Agrifinance saat ini tidak dapat lagi menanam kentang,karena tidak adanya benih lokal, yang dipicu dari gagal panen tahun 2010 dan melambungnya harga kentang, sehingga hampir semua hasil panen dijual.
- Pihak Kopmas sudah menghubungi ke Balai Perbenihan Kledung, penangkar lokal dan ke balai perbenihan di Pengalengan, hasilnya semua kosong. Dan benih dalam negeri hanya mencukupi sekitar 5 % dari total kebutuhan.
- Apabila tidak segera diatasi dikhawatirkan akan terjadi kelangkaan kentang Dieng, dan kerjasama Ekport kentang yang telah terjalin selama ini antara pihak Kopmas dengan mitra bisnis dapat dipastikan akan terhenti mulai 3-6 bulan mendatang dan pihak Kopmas belum tahu pasti dengan nasib dan upaya mempertahankan hidup bagi para petani tersebut .
- Kebutuhan dari anggota Kopmas dan mitra usaha yang sudah indent saat ini mencapai 15 ton dan tidak dapat dicarikan jalan keluar
- Benih yang akan didatangkan tersebut bukan untuk kepentingan Jual Beli ( perdagangan ) akan tetapi ditanam pada lahan milik anggota Kopmas yang masuk di Kopmas Agrifinance.
- Kelangkaan benih kentang ini sudah dibahas di Jakarta dengan Dirjen Hortikultura dan Pengurus Asosiasi Petani Hortikultura Indonesia tanggal 8 Mei 2011, untuk pihak Kopmas diwakili oleh salah satu dewan pembina Kopmas di pusat yaitu Ir. Beny A. Kusbini.
pihak Koperasi belum tahu secara pasti apa yang akan terjadi apabila kelangkaan benih ini tidak segera diatasi, karena sampai sekarang belum ada kejelasan dan jalan keluar.

June 4th, 2011
kopmaskejajar
Posted in 


