<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KOPMAS :: Koperasi Peduli Masyarakat</title>
	<atom:link href="http://www.kopmas.co.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.kopmas.co.id</link>
	<description>KOPMAS :: Koperasi Peduli Masyarakat - Melayani Simpan Pinjam dengan bunga kompetitif</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Aug 2011 14:41:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Mengejar Laba, Pertahankan Layanan</title>
		<link>http://www.kopmas.co.id/artikel-umum/mengejar-laba-pertahankan-layanan</link>
		<comments>http://www.kopmas.co.id/artikel-umum/mengejar-laba-pertahankan-layanan#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Aug 2011 14:38:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kopmaskejajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kopmas.co.id/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Sering kali Koperasi hanya berorientasi pada laba, yaitu keuntungan yang didapatkan dari produk, salah satunya kredit. Mengejar laba setinggi tingginya tanpa diimbangi pertahankan layanan menjadi momok jangka kedepan. Kopmas (Koperasi Peduli Masyarakat) selalu menimbang  antara laba dengan layanan karena laba merupakan hasil akhir sebuah usaha, kenaikan laba selalu berkorelasi dengan harga saham bagi perusahaan publik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sering kali Koperasi hanya berorientasi pada laba, yaitu keuntungan yang didapatkan dari produk, salah satunya kredit. Mengejar laba setinggi tingginya tanpa diimbangi pertahankan layanan menjadi momok jangka kedepan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kopmas (Koperasi Peduli Masyarakat) selalu menimbang  antara laba dengan layanan karena laba merupakan hasil akhir sebuah usaha, kenaikan laba selalu berkorelasi dengan harga saham bagi perusahaan publik dan dividen bagi pemegang saham. Kalau dikaji, dampak perolehan laba yang sangat signifikan adalah bagaimana kesinambungannya. Manajemen yang bijak tentunya mengelola koperasi untuk kepentingan jangka panjang.</p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan peningkatan laba tanpa disertai peningkatan kesejahteraan akan menyimpan masalah tersembunyi. Mulai dari demotivasi–kurangnya rasa memiliki–sampai dengan tergodanya karyawan melakukan perbuatan tercela. Dampaknya, risiko operasional akan makin tinggi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kopmas.co.id/artikel-umum/mengejar-laba-pertahankan-layanan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Koperasi Berbasis Petani</title>
		<link>http://www.kopmas.co.id/artikel-umum/koperasi-berbasis-petani</link>
		<comments>http://www.kopmas.co.id/artikel-umum/koperasi-berbasis-petani#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jul 2011 12:29:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kopmaskejajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kopmas.co.id/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Pengembangan koperasi berbasis petani di Kabupaten Wonosobo tegolong tepat, pasalanya pelaku usaha daerah wonosobo dominan para petani.  Pelatihan  manajemen pengelolaan koperasi, pembukuan keuangan dan strategi penyelenggaraan  koperasi serba usaha (KSU) mandiri merupakan langkah awal untuk merealisasikan koperasi berbasis petani. Di kabupaten Wonosobo sendiri yang terdiri dari 15 kecamatan  hanya ada 2 koperasi yang dikelola petani, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pengembangan koperasi berbasis petani di Kabupaten Wonosobo tegolong tepat, pasalanya pelaku usaha daerah wonosobo dominan para petani.  Pelatihan  manajemen pengelolaan koperasi, pembukuan keuangan dan strategi penyelenggaraan  koperasi serba usaha (KSU) mandiri merupakan langkah awal untuk merealisasikan koperasi berbasis petani.</p>
<p style="text-align: justify;">Di kabupaten Wonosobo sendiri yang terdiri dari 15 kecamatan  hanya ada 2 koperasi yang dikelola petani, yakni Koperasi Peduli Masyarakat (Kopmas) di Kecamatan Kejajar dan KSU Bina Usaha di Kecamatan Garung. Tentunya hal ini belum bisa mendomplang para petani secara keseluruhan di Kabupaten Wonosobo.</p>
<p style="text-align: justify;">Manfaat lain dari koperasi berbasis petani adalah selain mendapatkan permodalan, para petani  mendapatkan pelatihan, dan pegelolaan  manajemen usaha.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kopmas.co.id/artikel-umum/koperasi-berbasis-petani/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tingkat Kesehatan Koperasi</title>
		<link>http://www.kopmas.co.id/artikel-umum/tingkat-kesehatan-koperasi</link>
		<comments>http://www.kopmas.co.id/artikel-umum/tingkat-kesehatan-koperasi#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jun 2011 12:01:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kopmaskejajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kopmas.co.id/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Dewasa ini banyak sekali lembaga Koperasi yang gulung tikar karena tidak mampu bersaing dan sistem managemen yang kurang terkontrol. Salah satu Acuan dan Pedoman yang dipergunakan oleh Puskopdit BAG dalam menilai tingkat kesehatan primer adalah Peraturan Menteri No.20/Per/M.KUKM/XI/2008. Namun ternyata Peraturan tersebut masih belum sempurna sehingga diadakan perbaikan. Perbaikan tersebut kemudian keluar dalam bentuk Peraturan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dewasa ini banyak sekali lembaga Koperasi yang gulung tikar karena tidak mampu bersaing dan sistem managemen yang kurang terkontrol. Salah satu Acuan dan Pedoman yang dipergunakan oleh Puskopdit BAG dalam menilai tingkat kesehatan primer adalah Peraturan Menteri No.20/Per/M.KUKM/XI/2008. Namun ternyata Peraturan tersebut masih belum sempurna sehingga diadakan perbaikan. Perbaikan tersebut kemudian keluar dalam bentuk Peraturan Menteri No.14/Per/M.KUKM/XII/2009.</p>
<p>Begitu juga terhadap pedoman Klasifikasi primer yang selama ini kita pakai adalah Pedoman Klasifikasi Koperasi No. 129/Kep/M/KUKM/XI/2002 kini sudah tidak dipergunakan lagi dan telah dikeluarkan sistem pemeringkatan koperasi melaui Peraturan Menteri No. 22/Per/M.KUKM/IV/2007. Tujuan dikeluarkannya pedoman ini adalah untuk memperoleh hasil yang lebih utuh dalam menggambarkan kondisi (kesehatan) koperasi sebagai sebuah badan usaha.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kopmas.co.id/artikel-umum/tingkat-kesehatan-koperasi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peran Dan Manfaat Koperasi</title>
		<link>http://www.kopmas.co.id/artikel-umum/peran-dan-manfaat-koperasi</link>
		<comments>http://www.kopmas.co.id/artikel-umum/peran-dan-manfaat-koperasi#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jun 2011 14:35:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kopmaskejajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Manfaat Koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[peran koperasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kopmas.co.id/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Koperasi tidak hanya bermanfaat di bidang Ekonomi, namun peran koperasi mencakup bidang Sosial, salah satunya Kopmas (Koperasi Peduli Masyarakat) berorientasi pada : Mendorong terwujudnya kehidupan masyarakat damai dan tenteram. Mendidik anggota-anggotanya untuk memiliki semangat kerja sama dan semangat kekeluargaan. Mendorong terwujudnya aturan yang manusiawi yang dibangun tidak di atas hubungan-hubungan kebendaan tetapi di atas rasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Koperasi tidak hanya bermanfaat di bidang Ekonomi, namun peran koperasi mencakup bidang Sosial, salah satunya Kopmas (Koperasi Peduli Masyarakat) berorientasi pada :</p>
<ol>
<li>Mendorong terwujudnya kehidupan masyarakat damai dan tenteram.</li>
<li>Mendidik anggota-anggotanya untuk memiliki semangat kerja sama dan semangat kekeluargaan.</li>
<li>Mendorong terwujudnya aturan yang manusiawi yang dibangun tidak di atas hubungan-hubungan kebendaan tetapi di atas rasa kekeluargaan.</li>
</ol>
<p>Peran dan manfaat koperasi dapat dirasakan secara berkesinambungan, artinya dapak bagi pelaku usaha maupun para anggota. Hal ini diwujudkan dalam prisip dasar kerja Kopmas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kopmas.co.id/artikel-umum/peran-dan-manfaat-koperasi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Stretegi Pemasaran Koperasi</title>
		<link>http://www.kopmas.co.id/artikel-umum/stretegi-pemasaran-koperasi</link>
		<comments>http://www.kopmas.co.id/artikel-umum/stretegi-pemasaran-koperasi#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jun 2011 03:25:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kopmaskejajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kopmas.co.id/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Dewasa ini persaingan bisnis dan lembaga keuangan, termasuk didalamnya Koperasi. Semakin ketat, walaupun pangsa pasar semakin luas dengan berbagai terobsan namun kendala selalu ada. Kendala utama yang sering dihadapi Koperasi adalah masalah strategi pemasaran. Pemasaran sendiri dapat didefinisikan luas, dan berikut definisi pemasaran menurut beberapa tokoh : WY. Stanton, Pemasaran adalah sesuatu yang meliputi seluruh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dewasa ini persaingan bisnis dan lembaga keuangan, termasuk didalamnya Koperasi. Semakin ketat, walaupun pangsa pasar semakin luas dengan berbagai terobsan namun kendala selalu ada.</p>
<p style="text-align: justify;">Kendala utama yang sering dihadapi Koperasi adalah masalah strategi pemasaran. Pemasaran sendiri dapat didefinisikan luas, dan berikut definisi pemasaran menurut beberapa tokoh :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><em><strong>WY. Stanton</strong></em>, Pemasaran adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun potensial.</li>
<li><em><strong>H. Nystrom</strong></em>, Pemasaran merupakan suatu kegiatan penyaluran barang atau jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen.</li>
<li><em><strong>Philip dan Duncan</strong></em>, Pemasaran yaitu sesuatu yang meliputi semua langkah yang dipakai atau dibutuhkan untuk menempatkan barang yang bersifat tangible ke tangan konsumen.</li>
<li><em><strong>Pemasaran menurut The American Marketing Assocciation (AMA)</strong></em>, Pemasaran merupakan suatu proses perencanaan dan implementasi dari konsep, pricing, promosi, dan distribusi (ide, produk maupun jasa), sehingga dapat diciptakan pertukaran agar dapat memuaskan kebutuhan pelanggan dan perusahaan sekaligus.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan definisi di atas, proses pemasaran dimulai dari menemukan apa yang diinginkan oleh konsumen. Mengetahui apa saja yang diinginkan oleh konsumen yang berkenaan dengan produk, kinerja serta kualitas adalah tahap pertama yang sangat penting dari kegiatan pemasaran. Yang akhirnya pemasaran memiliki tujuan yaitu :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Konsumen potensial mengetahui secara detail produk yang kita hasilkan dan perusahaan dapat menyediakan semua permintaan mereka atas produk yang dihasilkan.</li>
<li>Perusahaan dapat menjelaskan secara detail semua kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran. Kegiatan pemasaran ini meliputi berbagai kegiatan, mulai dari penjelasan mengenai produk, desain produk, promosi produk, pengiklanan produk, komunikasi kepada konsumen, sampai pengiriman produk agar sampai ke tangan konsumen secara cepat.</li>
<li>Mengenal dan memahami konsumen sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dari point-point tersebut, mau tak mau Koperasi harus mampu meningkatkan kemampuan karyawanya, Karena Pada umumnya kegiatan pemasaran berkaitan dengan koordinasi beberapa kegiatan bisnis. Contohnya, penjelasan secara detail oleh orang di bagian produksi dibutuhkan apabila ada konsumen yang komplain mengenai produk. Demikian juga dibutuhkan orang yang dapat menangani kegiatan sumber daya manusia, sehingga dapat menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan kompensasi dan reward kepada semua karyawan yang terlibat dalam perusahaan. Bagian keuangan memerlukan orang yang ahli dalam berbagai sistem pembayaran dan insentif, terutama kepada konsumen yang membutuhkan sehingga dapat mengakomodasi berbagai jenis kebutuhan konsumen. Dengan demikian, kegiatan pemasaran selalu berkaitan dengan berbagai departemen lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang perlu dilakukan Koperasi ataupun lembaga keuangan lainya adalah :</p>
<ol>
<li>Melakukan pelatiha secara berkala dan kontinyu, guna meningkatkan SDM.</li>
<li>Mengemas produk unggulan Koperasi agar lebih menarik dan dapat diterima masyarakat luas.</li>
<li>Memahami Kebutuhan dan keinginan konsumen.</li>
<li>Promosi yang gencar.</li>
</ol>
<p>Dari apa yang sudah dibahas di atas ada beberapa hal yang dapat disimpulkan , bahwa pembuatan produk atau jasa yang diinginkan oleh konsumen harus menjadi fokus kegiatan operasional maupun perencanaan suatu perusahaan.</p>
<p>Kemudian perusahaan harus dapat benar-benar menciptakan volume penjualan yang menghasilkan laba, jadi tidak hanya berorientasi melakukan penjualan semata.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kopmas.co.id/artikel-umum/stretegi-pemasaran-koperasi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Proses Usaha Bersama Kopmas</title>
		<link>http://www.kopmas.co.id/lainnya/proses-usaha-bersama-kopmas</link>
		<comments>http://www.kopmas.co.id/lainnya/proses-usaha-bersama-kopmas#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2011 06:47:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kopmaskejajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lainnya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kopmas.co.id/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Keberadaan Kopmas di Kawasan Dieng sampai saat ini dirasakan    sangat berarti bagi masayrakat yang berada di Kawasan Dieng . hal ini dikarenakan selama ini Masyarakat banyak yang mempercayakan usahanya dengan Kopmas , kebersamaan ini dimulai dari belajar bersama tentang usaha tani, sehingga petani merasa ada proses pembelajaran yang selama ini tidak pernah meraka dapatkan dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.kopmas.co.id/wp-content/uploads/2011/06/dar.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-93" title="dar" src="http://www.kopmas.co.id/wp-content/uploads/2011/06/dar.jpg" alt="" width="369" height="277" /></a> Keberadaan Kopmas di Kawasan Dieng sampai saat ini dirasakan    sangat berarti bagi masayrakat yang berada di Kawasan Dieng . hal ini dikarenakan selama ini Masyarakat banyak yang mempercayakan usahanya dengan Kopmas , kebersamaan ini dimulai dari belajar bersama tentang usaha tani, sehingga petani merasa ada proses pembelajaran yang selama ini tidak pernah meraka dapatkan dari tempat lain.</p>
<p style="text-align: justify;">mitra usaha kopmas tersebar dari ujung barat kawasan Diengsampai ujung Timur yang masuh wilayah kabupaten Temanggung, dan sebagian besar adalah petani hortikultura.</p>
<p>Prinsip yang diterapkan adalah kebersamaan dan tanggung jawab, hal inilah yang memungkinkan akhirnya Kopmas tidak bermasalah dalam hal tunggakan kredit.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Poses usaha  mitra dilakukan melalui pengawalan dan pendampingan, dengan maksud agar penerapan sarana produksi pertanian dapat tepat sasaran sesuai dengan anjuran, termasuk dalam aplikasi pemberantasan hama juga tidak dibiarkan seperti petani lain yang secara serampangan dan berlebihan menggunakan pestisida.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.kopmas.co.id/wp-content/uploads/2011/06/dampingi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-94" title="dampingi" src="http://www.kopmas.co.id/wp-content/uploads/2011/06/dampingi.jpg" alt="" width="382" height="286" /></a> pada awalnya kegiatan pendampingan memang agak sulit, karena harus merubah pola  yang sudah biasa diterapkan oleh petani, akan tetapi dengan keyakinan bersama bahwa pola yang diterapkan akan membawa keberhasilan bersama ahirnya petani dapat menerima dan sampai saat ini masih terus berjalan. Cara yang ditempuh oleh Kopmas adalah menyadarkan petani ketika mereka sudah bersepakat dengan kopmas dalam tahap awal perencanaan yang berupa penghitungan / analisa usaha tani.</p>
<p style="text-align: justify;">Biasanya sebelum Petani melakukan usaha akan diundang terlebih dahulu ke kantor kopmas,kemudian bersama dengan pengurus mengitung usaha yang akan dilakukan sesuai dengan musim, karena untuk usaha hortikultura ada perbedaan biaya produksi antara musim kemarau dengan musim penghujan,  penghitungan ini sebagai gambaran kemampuan petani untuk melakukan usaha. dan persiapan yangdilakukan jika mengalami kegagalan usaha.<a href="http://www.kopmas.co.id/wp-content/uploads/2011/06/pengobatan.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-95" title="pengobatan" src="http://www.kopmas.co.id/wp-content/uploads/2011/06/pengobatan.jpg" alt="" width="386" height="290" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">tahap selanjutnya pengawalan dalam proses perawatan, yang meliputi : penyiangan, pemberantasan hama dan pemberian pupuk tambahan,  kami memandang bahwa pengawalan ini sangat penting agar aplikasi pestisida tidak melampaui petunjuk penggunaan yang ada,karena selain akanmenghemat biaya produksi juga tidak menjadikan hama penyakit menjadi kebal.</p>
<p>Untuk memaksimalkan hasil kopmas selalu menyarankan kepada petani binaan agar tidak pernah menggunakan pestisida secara berlebihan. karena dampak lain yang akan menerima adalah petani sendiri, sedangkan perusahaan pestisida tidak peduli dengan kerusakan yang ada, oleh karena itu yang paling tepat dilakukan adalah petani dapat menjadi lebih arif dalam aplikasi pestisida.</p>
<p>disamping hal-hal diatas juga sebagai antisipasi agar produk yang dihasilkan dapat diterima oleh semua kalangan termasuk pihak luar negeri atau untuk kepentingan ekspor</p>
<p><a href="http://www.kopmas.co.id/wp-content/uploads/2011/06/lihat-hasil.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-96" title="lihat hasil" src="http://www.kopmas.co.id/wp-content/uploads/2011/06/lihat-hasil.jpg" alt="" width="320" height="239" /></a><a href="http://www.kopmas.co.id/wp-content/uploads/2011/06/panen.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-97" title="panen" src="http://www.kopmas.co.id/wp-content/uploads/2011/06/panen.jpg" alt="" width="309" height="248" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://www.kopmas.co.id/wp-content/uploads/2011/06/seleksi.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-98" title="seleksi" src="http://www.kopmas.co.id/wp-content/uploads/2011/06/seleksi.jpg" alt="" width="317" height="239" /></a><a href="http://www.kopmas.co.id/wp-content/uploads/2011/06/timbang.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-99" title="timbang" src="http://www.kopmas.co.id/wp-content/uploads/2011/06/timbang.jpg" alt="" width="306" height="230" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kopmas.co.id/lainnya/proses-usaha-bersama-kopmas/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manfaat Koperasi</title>
		<link>http://www.kopmas.co.id/artikel-umum/manfaat-koperasi</link>
		<comments>http://www.kopmas.co.id/artikel-umum/manfaat-koperasi#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jun 2011 16:11:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kopmaskejajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Manfaat Koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi lokal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kopmas.co.id/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Manfaat Koperasi dijelaskan dalam tata perekonomian Indonesia, Pasal 4 tentang Perkoperasian, yakni: Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya; Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat; Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Manfaat Koperasi dijelaskan dalam tata perekonomian Indonesia, Pasal 4 tentang Perkoperasian, yakni:</p>
<ol>
<li>Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya;</li>
<li>Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat;</li>
<li>Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya;</li>
<li>Berusaha mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.</li>
</ol>
<p>Kopmas (Koperasi Peduli Masyarakat) bertindak mengembangkan potensi lokal melalui <a href="http://www.kopmas.co.id/?p=49">permodalan</a> dengan suku bunga kompetitif, khususnya yang dimiliki di Daerah Dataran Tinggi Dieng, Kab. Wonosobo yaitu sektor usaha pertanian dan perdagangan dalam skala regional.</p>
<p>Potensi <a href="http://www.kopmas.co.id/?p=77">lokal</a> adalah sebuah landasan ataupun pondasi perekonomian yang dimanfaatkan masyarakat setempat, potensi lokal biasanya didasarkan oleh kondisi geografi dan cuaca. Sebagai contoh, Potensi Lokal Dieng adalah Pertanian sayur mayur (Kentang, Kubis, dll)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kopmas.co.id/artikel-umum/manfaat-koperasi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kelangkaan benih kentang</title>
		<link>http://www.kopmas.co.id/lainnya/kelangkaan-benih-kentang</link>
		<comments>http://www.kopmas.co.id/lainnya/kelangkaan-benih-kentang#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jun 2011 03:15:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kopmaskejajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lainnya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kopmas.co.id/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Banyak kendala yang dihadapi oleh petani Dieng yang tergabung dalam program Kopmas Agrifinance salah satunya adalah kelangkaan benih kentang . Koperasi bersama dengan petani mitra usaha Kopmas yang tergabung dalam pembiayaan Kopmas Agrifinance berencana untuk mengambil menggunakan benih kentang Granola Holand yang saat ini sudah ada di mitra Bisnis Kopmas yang berada di Jakarta.  hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak kendala yang dihadapi oleh petani Dieng yang tergabung dalam program Kopmas Agrifinance salah satunya adalah kelangkaan benih kentang . Koperasi bersama dengan petani mitra usaha Kopmas yang tergabung dalam pembiayaan Kopmas Agrifinance berencana untuk mengambil menggunakan benih kentang Granola Holand yang saat ini sudah ada di mitra Bisnis Kopmas yang berada di Jakarta.  hal ini kami lakukan dengan pertimbangan sebagai  berikut :</p>
<ol>
<li>Petani Mitra usaha Kopmas yang sudah masuk di program Agrifinance saat ini tidak dapat lagi menanam kentang,karena tidak adanya benih lokal, yang dipicu dari gagal panen tahun 2010 dan melambungnya harga kentang, sehingga hampir semua hasil panen dijual.</li>
<li>Pihak Kopmas sudah menghubungi ke Balai Perbenihan Kledung, penangkar lokal dan ke balai perbenihan di Pengalengan, hasilnya semua kosong. Dan benih dalam negeri hanya mencukupi sekitar 5 % dari total kebutuhan.</li>
<li>Apabila tidak segera diatasi dikhawatirkan akan terjadi kelangkaan kentang Dieng, dan kerjasama Ekport kentang yang telah terjalin selama ini antara pihak Kopmas dengan mitra bisnis dapat dipastikan akan terhenti mulai 3-6 bulan mendatang dan pihak Kopmas belum tahu pasti dengan nasib dan upaya mempertahankan hidup bagi para petani tersebut .</li>
<li>Kebutuhan dari anggota Kopmas dan mitra usaha  yang sudah indent saat ini mencapai 15 ton dan tidak dapat dicarikan jalan keluar</li>
<li>Benih yang akan didatangkan tersebut bukan untuk kepentingan Jual Beli ( perdagangan ) akan tetapi ditanam pada lahan milik anggota Kopmas yang masuk di Kopmas Agrifinance.</li>
<li>Kelangkaan benih kentang ini sudah dibahas di Jakarta dengan Dirjen Hortikultura dan  Pengurus Asosiasi Petani Hortikultura Indonesia tanggal 8 Mei 2011, untuk pihak Kopmas diwakili oleh salah satu dewan pembina Kopmas di pusat yaitu Ir. Beny A. Kusbini.</li>
</ol>
<p>pihak Koperasi belum tahu secara pasti apa yang akan terjadi apabila kelangkaan benih ini tidak segera diatasi, karena sampai sekarang belum ada kejelasan dan jalan keluar.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kopmas.co.id/lainnya/kelangkaan-benih-kentang/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rintihan Petani Dieng</title>
		<link>http://www.kopmas.co.id/artikel-umum/rintihan-petani-dieng</link>
		<comments>http://www.kopmas.co.id/artikel-umum/rintihan-petani-dieng#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2011 13:54:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kopmaskejajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>
		<category><![CDATA[dieng]]></category>
		<category><![CDATA[modal]]></category>
		<category><![CDATA[rintihan petani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kopmas.co.id/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Ketika Panen Raya Yang Seharusnya Para Petani Dieng Bergembira, Fakta Menunjukkan Sebaliknya &#8230; Ade Lang Lang HariMurti)&#8221; Dieng sebagai salah satu daerah Dataran Tinggi dan menawarkan pemandangan alam yang begitu indah, Dieng  memiliki potensi lahan pertanian yang cukup baik, terutama untuk komoditas sayur mayur (Kentang). Dengan landscape yang berbukit-bukit dan diapit oleh pegunungan yang menjulang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em><strong>&#8220;Ketika Panen Raya Yang Seharusnya Para Petani Dieng Bergembira, Fakta Menunjukkan Sebaliknya &#8230; <span style="text-decoration: underline;">Ade Lang Lang HariMurti</span>)&#8221;</strong></em></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Dieng sebagai salah satu daerah Dataran Tinggi dan menawarkan pemandangan alam yang begitu indah, Dieng  memiliki potensi lahan pertanian yang cukup baik, terutama untuk komoditas sayur mayur (Kentang). Dengan landscape yang berbukit-bukit dan diapit oleh pegunungan yang menjulang perkasa. Ditambah lagi dengan kondisi cuaca yang berdebit hujan tinggi, tertinggi kedua setelah Bogor. Sudah sewajarnya Dieng dapat menjadi salah satu sentra pertanian sayur mayur di Jawa Tengah bahkan Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Harapan tinggalah harapan, sekali lagi negara absen dalam usaha  menyejahterakan petani. Dalam potensi alam yang subur gemah ripah loh  jinawi, ternyata dominannya para petani di sana masih hidup dibawah  garis kemiskinan. Padahal sayur mayur merupakan kebutuhan pokok masyarakat Indonesia, sehingga sangat wajib bagi pemerintah mengurusi alur dari produk ini agar dapat memenuhi kebutuhan keluarga di seluruh penjuru negeri.</p>
<p style="text-align: justify;">Ironis memang, tapi apa boleh buat. Apakah daya seorang petani kecil? Mereka terkungkung sistem besar yang begitu hegemoniknya mencengram alur jual-beli sayuran. Pemerintah Desa, gabungan kelompok tani (gapoktan), dan masih banyak lagi organisasi yang relevan untuk mengurusi masalah kalsik ini ternyata pun tidak banyak membawa manfaat untuk petani sayur.</p>
<p style="text-align: justify;">Stabilisasi harga masih menjadi kendala utama. Ketika panen raya yang seharusnya para petani Dieng bergembira, fakta menunjukan sebaliknya. Para petani yang sudah berusaha penuh lebih dari 100 hari lamanya untuk merawat dan membesarkan produk sayur mayur seperti kentang harus selalu berlapang dada dan bersabar sangat.</p>
<blockquote><p><strong>&#8220;Kadang Rp.4000/ Kg dan bisa lebih rendah dari itu, berapa besarnya operasional yang telah dikeluarkan ?&#8221;</strong></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Point-poin lainya yang dapat membuat kita tercengang adalah :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Dari mana petani mendapatkan permodalan ? Jika dari Bank, berapa besarnya bunga dan pokok yang harus dibayarkan saat jatuh tempo ? Mampukah panen raya menepis segala hutang-hutangnya.</li>
<li>Kondisi cuaca ekstrim, melahap habis hasil panen tanpa sisa.</li>
</ol>
<p>Yang terjadi hanyalah rintihan pedih Petani Dataran Tinggi Dieng, mereka hanya berharap kapan cobaan ini segera berakhir.</p>
<p>Dampak itu semua, tak sedikit masyarakat kawasan Dieng melakukan spikulatif diantaranya :</p>
<ol>
<li>Terjebak dalam program investasi yang menjanjikan suku bunga tinggi, Contoh : Rajawali, SS, Bowo Jenggot Dll.</li>
<li>Merantau dalam keputusasaan, Hijrah ke Kalimanta, Sumatera Dll.</li>
</ol>
<p>Lantas bagaimana ahir dari cerita dan rintihan Petani Dieng, mampukah mereka bertahan dalam terpaan zaman &#8230; ?</p>
<p>By : Ade Lang Lang Harimurti</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kopmas.co.id/artikel-umum/rintihan-petani-dieng/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kopmas, Menggerakkan Ekonomi Lokal</title>
		<link>http://www.kopmas.co.id/berita-kopmas/kopmas-menggerakkan-ekonomi-lokal</link>
		<comments>http://www.kopmas.co.id/berita-kopmas/kopmas-menggerakkan-ekonomi-lokal#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2011 13:14:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kopmaskejajar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Kopmas]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi lokal]]></category>
		<category><![CDATA[koperasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kopmas.co.id/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kawasan Dataran Tinggi Dieng yang berpotensi sebagai daerah penghasil sayur-mayur merupakan sektor ekonomi yang mendominasi kegiatan ekonomi lokal. Seiring berkembangnya waktu, pangsa pasar dan persaingan usaha mengubah daya pikir masyarakat. Hal ini menunjuk pada strategi dan perubahan iklim ekonomi, Ade Lang Lang HariMurti 2011&#8243;. Kopmas (Koperasi Peduli Masyarakat) menjadi alternatif dan solusi dalam pengembangan usaha, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kawasan Dataran Tinggi Dieng yang berpotensi sebagai daerah penghasil sayur-mayur merupakan sektor ekonomi yang mendominasi kegiatan ekonomi lokal. Seiring berkembangnya waktu, pangsa pasar dan persaingan usaha mengubah daya pikir masyarakat. Hal ini menunjuk pada strategi dan perubahan iklim ekonomi, <em>Ade Lang Lang HariMurti </em>2011&#8243;.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Kopmas (Koperasi Peduli Masyarakat) menjadi alternatif dan solusi dalam pengembangan usaha, yang bercorak pada sektor usaha pertanian. Dalam Hal ini Kopmas (Koperasi Peduli Masyarakat) mempermudah kredit pinjaman usaha bagi UMKM yang memanfaatkan  potensi  lokal, seperti Carica, Kentang, Purwaceng usaha wisata dll, tujuan  utamanya adalah agar komoditas lokal dapat memberikan nilai tambah bagi  masyarakat sekitar.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara langsung Kopmas (Koperasi Peduli Masyarakat) ikut berpartisipasi menggerakkan ekonomi lokal yang berdasarkan pada asas kekeluargaan.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Menurut pengamat ekonomi lokal, Ade Lang Lang HariMurti. &#8220;<em>Lembaga keuangan baik Bank maupun Koperasi mampu memberikan alternatif permodalan, tapi sedikit diantara lembaga keuangan tersebut yang memberikan solusi dan strategi dalam persaingan usaha</em>&#8220;.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Tentunya hal ini menjadi kendala dan problem berkepanjangan bagi pelaku usaha, dimana pelaku usaha harus mampu mengolah permodalan dan mengembangkanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Persaingan dan Peluang merupakan titik balik dan sebanding dan dapat dirumuskan 1:1. Maksudnya dimana ada peluang disitu timbul persaingan baru.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kopmas.co.id/berita-kopmas/kopmas-menggerakkan-ekonomi-lokal/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

