Welcome to KOPMAS

::KOPMAS:: Koperasi Peduli Masyarakat – merupakan Koperasi Serba Usaha,yang mengedepankan gerakan ekonomi kerakyatan dan berdasarkan asas kekeluargaan. KOPMAS Menawarkan sukses bersama dan berguna untuk sesama.

Kopmas menjadi mitra terpercaya untuk mengembangkan usaha, berbekal pada kepercayaan dan kinerja maksimal. Tak hanya itu KOPMAS berorientasi pada keberhasilan mitra dengan memberikan solusi dan alternatif peningkatan mutu produksi usaha.

Mengejar Laba, Pertahankan Layanan

Sering kali Koperasi hanya berorientasi pada laba, yaitu keuntungan yang didapatkan dari produk, salah satunya kredit. Mengejar laba setinggi tingginya tanpa diimbangi pertahankan layanan menjadi momok jangka kedepan.

Kopmas (Koperasi Peduli Masyarakat) selalu menimbang  antara laba dengan layanan karena laba merupakan hasil akhir sebuah usaha, kenaikan laba selalu berkorelasi dengan harga saham bagi perusahaan publik dan dividen bagi pemegang saham. Kalau dikaji, dampak perolehan laba yang sangat signifikan adalah bagaimana kesinambungannya. Manajemen yang bijak tentunya mengelola koperasi untuk kepentingan jangka panjang.

Bahkan peningkatan laba tanpa disertai peningkatan kesejahteraan akan menyimpan masalah tersembunyi. Mulai dari demotivasi–kurangnya rasa memiliki–sampai dengan tergodanya karyawan melakukan perbuatan tercela. Dampaknya, risiko operasional akan makin tinggi.

Koperasi Berbasis Petani

Pengembangan koperasi berbasis petani di Kabupaten Wonosobo tegolong tepat, pasalanya pelaku usaha daerah wonosobo dominan para petani.  Pelatihan  manajemen pengelolaan koperasi, pembukuan keuangan dan strategi penyelenggaraan  koperasi serba usaha (KSU) mandiri merupakan langkah awal untuk merealisasikan koperasi berbasis petani.

Di kabupaten Wonosobo sendiri yang terdiri dari 15 kecamatan  hanya ada 2 koperasi yang dikelola petani, yakni Koperasi Peduli Masyarakat (Kopmas) di Kecamatan Kejajar dan KSU Bina Usaha di Kecamatan Garung. Tentunya hal ini belum bisa mendomplang para petani secara keseluruhan di Kabupaten Wonosobo.

Manfaat lain dari koperasi berbasis petani adalah selain mendapatkan permodalan, para petani  mendapatkan pelatihan, dan pegelolaan  manajemen usaha.

Tingkat Kesehatan Koperasi

Dewasa ini banyak sekali lembaga Koperasi yang gulung tikar karena tidak mampu bersaing dan sistem managemen yang kurang terkontrol. Salah satu Acuan dan Pedoman yang dipergunakan oleh Puskopdit BAG dalam menilai tingkat kesehatan primer adalah Peraturan Menteri No.20/Per/M.KUKM/XI/2008. Namun ternyata Peraturan tersebut masih belum sempurna sehingga diadakan perbaikan. Perbaikan tersebut kemudian keluar dalam bentuk Peraturan Menteri No.14/Per/M.KUKM/XII/2009.

Begitu juga terhadap pedoman Klasifikasi primer yang selama ini kita pakai adalah Pedoman Klasifikasi Koperasi No. 129/Kep/M/KUKM/XI/2002 kini sudah tidak dipergunakan lagi dan telah dikeluarkan sistem pemeringkatan koperasi melaui Peraturan Menteri No. 22/Per/M.KUKM/IV/2007. Tujuan dikeluarkannya pedoman ini adalah untuk memperoleh hasil yang lebih utuh dalam menggambarkan kondisi (kesehatan) koperasi sebagai sebuah badan usaha.

Peran Dan Manfaat Koperasi

Koperasi tidak hanya bermanfaat di bidang Ekonomi, namun peran koperasi mencakup bidang Sosial, salah satunya Kopmas (Koperasi Peduli Masyarakat) berorientasi pada :

  1. Mendorong terwujudnya kehidupan masyarakat damai dan tenteram.
  2. Mendidik anggota-anggotanya untuk memiliki semangat kerja sama dan semangat kekeluargaan.
  3. Mendorong terwujudnya aturan yang manusiawi yang dibangun tidak di atas hubungan-hubungan kebendaan tetapi di atas rasa kekeluargaan.

Peran dan manfaat koperasi dapat dirasakan secara berkesinambungan, artinya dapak bagi pelaku usaha maupun para anggota. Hal ini diwujudkan dalam prisip dasar kerja Kopmas.

Stretegi Pemasaran Koperasi

Dewasa ini persaingan bisnis dan lembaga keuangan, termasuk didalamnya Koperasi. Semakin ketat, walaupun pangsa pasar semakin luas dengan berbagai terobsan namun kendala selalu ada.

Kendala utama yang sering dihadapi Koperasi adalah masalah strategi pemasaran. Pemasaran sendiri dapat didefinisikan luas, dan berikut definisi pemasaran menurut beberapa tokoh :

  1. WY. Stanton, Pemasaran adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun potensial.
  2. H. Nystrom, Pemasaran merupakan suatu kegiatan penyaluran barang atau jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen.
  3. Philip dan Duncan, Pemasaran yaitu sesuatu yang meliputi semua langkah yang dipakai atau dibutuhkan untuk menempatkan barang yang bersifat tangible ke tangan konsumen.
  4. Pemasaran menurut The American Marketing Assocciation (AMA), Pemasaran merupakan suatu proses perencanaan dan implementasi dari konsep, pricing, promosi, dan distribusi (ide, produk maupun jasa), sehingga dapat diciptakan pertukaran agar dapat memuaskan kebutuhan pelanggan dan perusahaan sekaligus.

Berdasarkan definisi di atas, proses pemasaran dimulai dari menemukan apa yang diinginkan oleh konsumen. Mengetahui apa saja yang diinginkan oleh konsumen yang berkenaan dengan produk, kinerja serta kualitas adalah tahap pertama yang sangat penting dari kegiatan pemasaran. Yang akhirnya pemasaran memiliki tujuan yaitu :

  1. Konsumen potensial mengetahui secara detail produk yang kita hasilkan dan perusahaan dapat menyediakan semua permintaan mereka atas produk yang dihasilkan.
  2. Perusahaan dapat menjelaskan secara detail semua kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran. Kegiatan pemasaran ini meliputi berbagai kegiatan, mulai dari penjelasan mengenai produk, desain produk, promosi produk, pengiklanan produk, komunikasi kepada konsumen, sampai pengiriman produk agar sampai ke tangan konsumen secara cepat.
  3. Mengenal dan memahami konsumen sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya.

Dari point-point tersebut, mau tak mau Koperasi harus mampu meningkatkan kemampuan karyawanya, Karena Pada umumnya kegiatan pemasaran berkaitan dengan koordinasi beberapa kegiatan bisnis. Contohnya, penjelasan secara detail oleh orang di bagian produksi dibutuhkan apabila ada konsumen yang komplain mengenai produk. Demikian juga dibutuhkan orang yang dapat menangani kegiatan sumber daya manusia, sehingga dapat menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan kompensasi dan reward kepada semua karyawan yang terlibat dalam perusahaan. Bagian keuangan memerlukan orang yang ahli dalam berbagai sistem pembayaran dan insentif, terutama kepada konsumen yang membutuhkan sehingga dapat mengakomodasi berbagai jenis kebutuhan konsumen. Dengan demikian, kegiatan pemasaran selalu berkaitan dengan berbagai departemen lainnya.

Yang perlu dilakukan Koperasi ataupun lembaga keuangan lainya adalah :

  1. Melakukan pelatiha secara berkala dan kontinyu, guna meningkatkan SDM.
  2. Mengemas produk unggulan Koperasi agar lebih menarik dan dapat diterima masyarakat luas.
  3. Memahami Kebutuhan dan keinginan konsumen.
  4. Promosi yang gencar.

Dari apa yang sudah dibahas di atas ada beberapa hal yang dapat disimpulkan , bahwa pembuatan produk atau jasa yang diinginkan oleh konsumen harus menjadi fokus kegiatan operasional maupun perencanaan suatu perusahaan.

Kemudian perusahaan harus dapat benar-benar menciptakan volume penjualan yang menghasilkan laba, jadi tidak hanya berorientasi melakukan penjualan semata.

Web Design by Dieng Plateau Tourism